PALANGKARAYA – Gelombang aspirasi memadati kawasan pusat pemerintahan Provinsi Kalimantan Tengah pada awal pekan ini. Puluhan pemuda yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Anak Buruh menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Gubernur Kalimantan Tengah, Senin (4/5/2026).
Massa mulai memadati area gerbang utama sejak pukul 13.00 WIB. Dengan membawa atribut bendera, spanduk tuntutan, serta pengeras suara, para demonstran menyuarakan kegelisahan mereka terkait kondisi ekonomi dan perlindungan hak-hak buruh yang dinilai masih belum maksimal. Berdasarkan pantauan di lapangan, peserta aksi diperkirakan berjumlah sekitar 100 orang yang merupakan gabungan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Palangkaraya.
Suasana sempat memanas saat massa meminta pimpinan daerah untuk hadir langsung menemui mereka. Namun, situasi tetap terkendali hingga perwakilan legislatif datang menanggapi aspirasi tersebut. Peserta aksi akhirnya ditemui oleh Wakil Ketua II DPRD Kalteng, M. Ansyari, bersama Wakil Ketua III DPRD Kalteng, Junaidi. Kedua pimpinan DPRD tersebut turun langsung ke tengah massa untuk mendengarkan poin-poin tuntutan yang disampaikan oleh koordinator lapangan.

Dalam audiensi terbuka di depan gedung, M. Ansyari menyatakan bahwa pihaknya menerima seluruh aspirasi mahasiswa dan berkomitmen untuk menindaklanjutinya dalam rapat dengar pendapat bersama pemerintah provinsi. Sementara itu, Junaidi menekankan pentingnya sinergi antara mahasiswa dan legislatif dalam mengawal kebijakan publik, terutama yang berdampak langsung pada keluarga buruh di Bumi Tambun Bungai.
Aksi berakhir dengan tertib pada sore hari setelah para mahasiswa menyerahkan berkas tuntutan secara simbolis. Aparat kepolisian yang berjaga sejak siang memastikan arus lalu lintas di sekitar lokasi tetap lancar meski terjadi penyempitan jalan akibat konsentrasi massa. Para demonstran berjanji akan terus mengawal janji DPRD Kalteng hingga tuntutan mereka terealisasi sepenuhnya. (hms)





