Whatsapp Image 2026 05 08 At 11.02.36

Perkuat Mitigasi, Komisi III DPRD Kalteng Kaji Strategi Desa Tangguh Bencana di BPBD DIY

YOGYAKARTA – Dalam upaya mengoptimalkan fungsi pengawasan sekaligus mencari referensi konkret bagi penyusunan kebijakan daerah, rombongan Komisi III DPRD Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) melaksanakan kunjungan kerja strategis ke Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Kamis (7/5/25).

Kunjungan ini dipimpin langsung oleh Ketua Komisi III DPRD Kalteng, Bapak Drs. H. Sugiyarto, M.A.P., dan diterima dengan hangat oleh Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD DIY, Bapak Robertus Ali Sadikin, S.H., M.H., beserta jajaran fungsional terkait.

Fokus pada Kemandirian Komunitas dan Destana

Yogyakarta dipilih sebagai barometer studi karena dinilai sukses membangun budaya sadar bencana yang terintegrasi hingga level akar rumput. Dalam pertemuan tersebut, Sugiyarto  menyampaikan bahwa Kalimantan Tengah memerlukan perspektif baru dalam menangani potensi bencana yang kerap terjadi, seperti banjir dan kebakaran hutan (karhutla).

“Kami datang untuk mempelajari bagaimana penyelenggaraan penanggulangan bencana di DIY bisa begitu efektif, terutama dalam menggerakkan masyarakat melalui program Desa Tangguh Bencana (Destana). Kami ingin melihat bagaimana regulasi di sini mampu mengubah paradigma dari sekadar tanggap darurat menjadi kesiapsiagaan yang mandiri,” ujar Sugiyarto dalam sambutannya.

Strategi Pencegahan dan Simulasi Terpadu

Menanggapi hal tersebut, Robertus Ali Sadikin memaparkan bahwa kekuatan utama DIY terletak pada sinergi antara pemerintah, akademisi, dan relawan. Ia menjelaskan bahwa Destana di Yogyakarta bukan sekadar pembentukan struktur, melainkan proses panjang dalam mengedukasi warga agar mampu memetakan risiko secara mandiri.

Poin-poin utama yang menjadi bahan diskusi meliputi:

  • Edukasi Berkelanjutan: Implementasi Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) yang menyasar generasi muda.

  • Simulasi Berkala: Penyelenggaraan simulasi kebencanaan yang dilakukan secara rutin dengan melibatkan lintas sektor untuk mengasah refleks masyarakat.

  • Manajemen Relawan: Pengelolaan ribuan relawan yang terorganisir di bawah payung regulasi daerah yang jelas.

  • Kearifan Lokal: Pemanfaatan nilai-nilai budaya lokal dalam menyampaikan pesan-pesan mitigasi agar lebih mudah diterima masyarakat.

Referensi Kebijakan untuk Bumi Tambun Bungai

Kunjungan ini diharapkan menjadi fondasi penting bagi Komisi III DPRD Kalteng dalam merumuskan rekomendasi kebijakan bagi Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah. Melalui studi banding ini, dewan ingin memastikan bahwa anggaran dan regulasi penanggulangan bencana di masa depan lebih difokuskan pada aspek preventif dan penguatan kapasitas masyarakat desa.

Whatsapp Image 2026 05 08 At 11.02.41 (1)

“Ilmu yang kami peroleh dari Bapak Robertus dan tim BPBD DIY mengenai efektivitas Destana akan menjadi catatan penting dalam rapat-rapat kebijakan kami di Palangka Raya. Tujuannya satu: menciptakan Kalimantan Tengah yang tangguh dan siap menghadapi ancaman bencana apapun,” pungkas Sugiyarto.

Pertemuan diakhiri dengan pertukaran cinderamata dan komitmen untuk terus menjalin komunikasi lintas provinsi demi terciptanya ketahanan bencana nasional yang lebih solid. Dengan semangat kolaboratif ini, diharapkan praktik-praktik baik dari Yogyakarta dapat diadaptasi dan diimplementasikan sesuai dengan karakteristik wilayah Kalimantan Tengah. (hms)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top