Whatsapp Image 2026 05 11 At 18.22.17 (2)

Gubernur dan Pimpinan DPRD Kalteng Temui Massa “Gerakan Mahasiswa Anak Buruh” di Tengah Terik Matahari

PALANGKA RAYA – Sejumlah massa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Anak Buruh (GMAB) mengelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Gubernur Kalimantan Tengah pada Senin, 11 Mei 2026. Tepat pukul 12.00 WIB, massa mulai memadati gerbang utama dengan membawa sejumlah tuntutan terkait kesejahteraan buruh dan akses pendidikan bagi anak-anak pekerja di Bumi Tambun Bungai.

Berbeda dengan aksi demo pada umumnya yang seringkali berakhir dengan perwakilan, kali ini Gubernur Kalimantan Tengah didampingi oleh Wakil Ketua II DPRD Provinsi Kalimantan Tengah langsung turun ke jalan untuk menemui dan berdialog dengan para mahasiswa.

Tuntutan Massa: Jaminan Pendidikan dan Perlindungan Kerja

Koordinator aksi dalam orasinya menyampaikan bahwa kondisi ekonomi keluarga buruh saat ini semakin terjepit. Mereka menuntut Pemerintah Provinsi untuk:

  • Memberikan beasiswa khusus bagi anak-anak buruh berprestasi maupun yang kurang mampu.

  • Meningkatkan pengawasan terhadap perusahaan yang mengabaikan hak-hak normatif pekerja.

  • Memastikan stabilitas harga bahan pokok di pasar lokal.

Dialog Terbuka di Depan Gerbang

Suasana sempat memanas akibat cuaca yang sangat terik, namun mereda ketika Gubernur dan pimpinan DPRD keluar dari gedung untuk duduk bersama mahasiswa di aspal.

Whatsapp Image 2026 05 11 At 18.22.17 (1)

“Kami hadir di sini bukan untuk menghalangi aspirasi, tapi untuk mendengar. Saya pastikan bahwa keluhan adik-adik mahasiswa terkait pendidikan anak buruh akan masuk dalam prioritas evaluasi anggaran kami,” ujar Gubernur Kalimantan Tengah di hadapan massa aksi.

Senada dengan Gubernur, Wakil Ketua II DPRD Provinsi Kalteng Muhammad Ansyari menegaskan bahwa pihak legislatif akan segera menjadwalkan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan memanggil instansi terkait.

  • Janji DPRD: Mengawal aspirasi ini dalam fungsi pengawasan anggaran tahun berjalan.

  • Langkah Konkret: Mengaudit kepatuhan perusahaan terhadap pemberian upah layak dan jaminan sosial.

Aksi Berakhir Damai

Kehadiran langsung pucuk pimpinan daerah ini mendapat apresiasi dari para demonstran. Setelah naskah tuntutan diserahkan secara resmi dan ditandatangani sebagai bukti penerimaan aspirasi, massa akhirnya membubarkan diri dengan tertib pada pukul 14.30 WIB.

Aksi ini dinilai sebagai bentuk komunikasi politik yang sehat, di mana eksekutif dan legislatif menunjukkan sikap responsif terhadap isu-isu sosial yang dibawa oleh elemen mahasiswa. (hms)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top