PALANGKA RAYA – Perum Bulog Kantor Wilayah Kalimantan Tengah memastikan ketersediaan dan stabilitas harga komoditas pangan pokok tetap terjaga aman serta kondusif dalam menghadapi lonjakan permintaan masyarakat menjelang Bulan Suci Ramadan hingga Hari Raya Idulfitri 2026. Kepastian stok bahan pokok ini mendapat apresiasi positif sekaligus penekanan khusus dari kalangan legislatif agar pengawasan distribusi di lapangan tetap diperketat.
Anggota Komisi IV DPRD Kalimantan Tengah, Okky Maulana, menyatakan bahwa jaminan ketersediaan komoditas utama seperti beras, minyak goreng, dan gula pasir merupakan kabar baik bagi seluruh masyarakat Bumi Tambun Bungai. Kendati demikian, ia mengingatkan agar jaminan stok yang memadai ini dibarengi dengan langkah mitigasi konkret untuk mencegah gejolak harga maupun praktik spekulasi pasar yang berpotensi merugikan konsumen.
Komitmen Perum Bulog Kanwil Kalteng Menjaga Ketahanan Pangan
Dalam menghadapi momentum Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Ramadan dan Idulfitri 1447 Hijriah/2026 Masehi, Perum Bulog Kanwil Kalimantan Tengah telah menyiapkan cadangan pasokan pangan secara terukur. Cadangan beras premium maupun beras Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) dipastikan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga beberapa bulan ke depan di seluruh wilayah kabupaten/kota se-Kalteng.
Langkah antisipasi yang dijalankan Bulog Kanwil Kalteng meliputi:
-
Penebalan Stok Cadangan Pangan
Bulog secara konsisten menambah suplai pasokan beras, baik melalui optimalisasi penyerapan hasil panen petani lokal maupun distribusi dari pusat demi menjaga keandalan gudang-gudang penyimpanan daerah.
-
Pelaksanaan Operasi Pasar dan Pasar Murah
Menggandeng Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah serta pemerintah daerah di tingkat kabupaten/kota, operasi pasar ritel dan program Gerakan Pangan Murah (GPM) digelontorkan secara berkala guna menekan potensi lonjakan harga komoditas vital.
-
Penyaluran Bantuan Pangan Daerah
Realisasi program bantuan pangan sosial terus dipercepat agar penyalurannya tepat sasaran sebelum memasuki puncaknya arus konsumsi Ramadan dan Idulfitri.
Sorotan Komisi IV DPRD Kalteng: Pengawasan Jalur Rantai Pasok
Responsif terhadap upaya persiapan pangan tersebut, Okky Maulana menegaskan bahwa keberadaan stok yang melimpah di gudang penyimpanan harus diimbangi dengan efisiensi jalur kelancaran distribusi. Menurutnya, tantangan geografis Kalimantan Tengah yang luas serta ketergantungan pada transportasi jalur darat dan sungai acap kali menjadi titik rawan dalam rantai pasok barang.
Okky menekankan beberapa poin krusial yang perlu diperhatikan seluruh pemangku kepentingan:
-
Kelancaran Distribusi hingga Wilayah Pelosok
Bulog bersama Dinas Perdagangan dan Perhubungan diimbau memastikan rantai pasok ke daerah-daerah terpencil, pesisir, dan wilayah DAS (Daerah Aliran Sungai) tidak terhambat kendala logistik, sehingga keterjangkauan harga merata sampai ke masyarakat bawah.
-
Pengawasan Ketat Terhadap Tindak Penimbunan
Komisi IV meminta Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Satgas Pangan untuk aktif turun ke lapangan memantau pergerakan harga di pasar tradisional maupun ritel modern. Langkah tegas harus diambil jika ditemukan oknum pedagang atau distributor nakal yang mencoba menimbun stok demi meraih keuntungan sepihak.
-
Penjagaan Stabilitas Harga Eceran Tertinggi (HET)
Masyarakat berhak mendapatkan komoditas pangan pokok dengan harga yang wajar dan terjangkau sesuai batasan HET yang telah ditetapkan pemerintah.
Sinergi dan Imbauan Ketenangan Bagi Masyarakat
Legislator asal Kalimantan Tengah tersebut juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak melakukan aksi belanja berlebihan (panic buying) dalam menyambut bulan Ramadan dan Idulfitri 2026. Sikap konsumen yang bijak dinilai ikut menentukan stabilitas psikologis pasar.
DPRD Kalimantan Tengah berkomitmen untuk terus menjalankan fungsi pengawasan legislatif guna memantau dinamika harga di lapangan secara berkala. Kolaborasi harmonis antara Perum Bulog Kanwil Kalteng, Pemprov Kalteng, Satgas Pangan, dan seluruh elemen masyarakat diharapkan menjadi kunci sukses terlaksananya perayaan hari besar keagamaan yang aman, tenang, serta terjangkau bagi seluruh lapisan warga.(HMS-NMS)




