BEKASI – 17-juli-2026 Dalam rangka memperkuat fungsi pengawasan serta meningkatkan kualitas perencanaan pembangunan infrastruktur berbasis riset dan inovasi di wilayah Kalimantan Tengah, Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Tengah melaksanakan kunjungan kerja (kunker) ke Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.
Kunjungan kerja strategis tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Komisi IV DPRD Kalteng, Ir. Lohing Simon, serta didampingi oleh Wakil Ketua Komisi IV, Rusdi Gozali, beserta jajaran anggota Komisi IV DPRD Kalteng lainnya. Agenda ini difokuskan pada studi komparatif terkait formulasi kebijakan perencanaan pembangunan daerah, integrasi riset dalam tata ruang, hingga strategi pendorong inovasi pelayanan publik.
Kedatangan delegasi legislatif dari Bumi Tambun Bungi ini diterima secara resmi oleh jajaran pimpinan dan tim teknis Bapperida Kabupaten Bekasi di Kompleks Perkantoran Pemkab Bekasi, Cikarang Pusat. Pertemuan berlangsung interaktif dengan membedah berbagai skema pembiayaan, integrasi data perencanaan, hingga ekosistem inovasi daerah.
Sinergi Perencanaan Pembangunan Berbasis Riset
Ketua Komisi IV DPRD Kalteng, Ir. Lohing Simon, menyampaikan bahwa keberadaan Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah memiliki peran kunci sebagai kompas arah pembangunan daerah. Melalui riset yang terukur, setiap alokasi anggaran infrastruktur dan program prioritas dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah dan memiliki dampak langsung bagi masyarakat.
“Kabupaten Bekasi merupakan salah satu kawasan industri terluas yang memiliki kompleksitas tata ruang tinggi. Kami melihat Bapperida Kabupaten Bekasi mampu menyelaraskan riset kewilayahan dengan perencanaan pembangunan strategis. Pengalaman ini sangat relevan untuk diadopsi dalam mendukung percepatan pembangunan infrastruktur dan pemetaaan wilayah di Kalimantan Tengah,” ujar Lohing Simon di sela-sela kegiatan.
Lohing menambahkan bahwa Kalteng memiliki tantangan geografis yang khas, sehingga keterpaduan data riset Bapperida/Bappedalitbang sangat dibutuhkan agar pembangunan jalan, jembatan, dan tata ruang kawasan tidak tumpang tindih dengan kawasan hutan atau izin usaha.
Penguatan Ekosistem Inovasi dan Tata Ruang
Sementara itu, Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kalteng, Rusdi Gozali, menyoroti pentingnya penguatan kelembagaan riset dan inovasi dalam mengakselerasi pembangunan daerah. Menurutnya, Bapperida harus menjadi wadah yang menghubungkan hasil riset akademisi, kebutuhan masyarakat, serta kebijakan regulasi di tingkat pemerintah daerah.
“Perencanaan tanpa riset yang kuat akan berisiko melahirkan kebijakan yang tidak tepat sasaran. Melalui kunker ini, kami mempelajari bagaimana Bapperida Kabupaten Bekasi memfasilitasi riset daerah serta mengelola kelayakan proyek-proyek prioritas sebelum dieksekusi oleh dinas teknis,” tegas Rusdi Gozali.
Dalam pemaparannya, jajaran Bapperida Kabupaten Bekasi membagikan pengalaman mengenai transformasi dari Bappeda menjadi Bapperida, yang memperkuat fungsi riset dan inovasi sesuai amanat Peraturan Presiden dan BRIN. Pembentukan Bapperida terbukti mampu mempercepat integrasi riset ke dalam dokumen Perencanaan Pembangunan Daerah (RPJMD dan RKPD).
Komitmen Komisi IV DPRD Kalteng
Seluruh jajaran anggota Komisi IV DPRD Kalteng yang turut hadir menyampaikan apresiasi atas keterbukaan Bapperida Kabupaten Bekasi dalam memberikan informasi komprehensif. Hasil dari kunjungan kerja ini akan dihimpun sebagai laporan resmi dan disampaikan dalam rapat kerja bersama mitra teknis di Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, seperti Badan Planologi/Bappedalitbang, Dinas PUPR, serta dinas terkait lainnya.
Ir. Lohing Simon menegaskan bahwa DPRD Provinsi Kalimantan Tengah akan terus berkomitmen menjalankan fungsi pengawasan dan penganggaran secara maksimal agar perencanaan pembangunan di Kalimantan Tengah semakin matang, berbasis riset, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.
“Hasil studi komparatif ini menjadi modal berharga bagi kami di legislatif untuk terus mendorong Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah agar memperkuat riset daerah, merapikan perencanaan tata ruang, dan mempercepat inovasi pelayanan publik di seluruh pelosok Kalteng,” tutup Lohing Simon. (HMS_J)





