Palangka Raya – Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kalimantan Tengah, Yohannes Freddy Ering mengatakan usulan kenaikan target Pendapatan Asli Daerah (PAD) Tahun Anggaran 2027 menjadi Rp3 triliun masih dibahas bersama Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah.
“Usulan Rp3 triliun itu masih merupakan usulan dari DPRD dan masih akan dihitung secara cermat oleh pemerintah daerah. Jadi belum bisa kami ekspos sebagai keputusan karena masih sebatas usulan,” katanya, Rabu (5/8/2026).
Freddy menjelaskan, target PAD yang saat ini diusulkan naik dari Rp2,8 triliun menjadi Rp3 triliun belum dapat dipastikan karena proses pembahasan antara legislatif dan eksekutif masih berlangsung.
Menurut dia, seluruh komponen pendapatan daerah masih dihitung untuk memastikan target yang ditetapkan dapat dicapai sesuai dengan kondisi fiskal daerah.
“Pembahasannya masih berjalan sehingga belum bisa disampaikan sebagai angka final karena masih dalam tahap pengkajian bersama,” ucapnya.
Ia menilai target PAD sebesar Rp3 triliun tetap memiliki peluang untuk direalisasikan apabila pemerintah daerah mampu mengoptimalkan seluruh potensi pendapatan yang dimiliki.
Upaya tersebut, lanjut dia, dapat dilakukan melalui peningkatan kualitas pelayanan perpajakan, perbaikan sarana dan prasarana pendukung, serta penguatan kapasitas sumber daya manusia yang menangani sektor pendapatan.
“Dengan optimalisasi pelayanan pajak, perbaikan sarana, personel, serta peningkatan pelayanan kepada masyarakat, kenaikan sekitar Rp200 miliar bukan sesuatu yang luar biasa,” ujarnya.
Freddy menambahkan, Banggar juga masih mencermati sejumlah komponen pendapatan, termasuk memastikan perhitungan telah mengakomodasi unsur opsen pajak maupun bagi hasil yang menjadi bagian dari penerimaan daerah.
Hasil pembahasan tersebut nantinya akan menjadi dasar dalam menetapkan target PAD pada dokumen Kebijakan Umum APBD dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Tahun Anggaran 2027 sebelum diajukan untuk disepakati bersama pemerintah daerah.
“Semua komponen pendapatan harus dihitung secara menyeluruh agar target PAD yang ditetapkan benar-benar realistis dan dapat dipertanggungjawabkan,” tukasnya. (KTN)





