PALANGKA RAYA – Gelombang suhu udara tinggi yang melanda wilayah Kalimantan Tengah dan sekitarnya belakangan ini mendapat perhatian serius dari kalangan legislatif. Cuaca panas ekstrem yang terjadi secara terus-menerus diprediksi tidak hanya mengganggu kenyamanan dan aktivitas sehari-hari, tetapi juga berpotensi memicu berbagai masalah kesehatan serius bagi masyarakat jika tidak disikapi dengan tindakan pencegahan sejak dini.
Anggota Komisi IV DPRD Kalimantan Tengah, Okky Maulana, mengingatkan seluruh lapisan masyarakat untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan. Perubahan suhu dan peningkatan indeks sinar ultraviolet (UV) yang cukup drastis menjadi tantangan kesehatan tersendiri yang perlu diantisipasi secara bijak oleh masyarakat maupun pemerintah daerah.
Ancaman Kesehatan di Tengah Suhu Udara Tinggi
Suhu udara yang terik dan kelembapan yang fluktuatif dapat memengaruhi daya tahan tubuh manusia secara signifikan. Menurut Okky Maulana, dampak dari paparan suhu panas tidak boleh dipandang sebelah mata karena dapat menyerang siapa saja, mulai dari anak-anak, pekerja luar ruangan, hingga kelompok lanjut usia (lansia).
Beberapa gangguan kesehatan utama yang rawan timbul akibat suhu udara tinggi antara lain:
-
Dilema Dehidrasi dan Heat Exhaustion (Kelelahan Akibat Panas)
Saat udara terik, tubuh manusia memproduksi keringat lebih banyak untuk menetralkan suhu inti. Jika asupan cairan tubuh tidak terpenuhi dengan baik, hal ini akan memicu dehidrasi berat. Kondisi tersebut bisa berlanjut menjadi heat exhaustion, yang ditandai dengan gejala pusing, mual, lemas, kulit dingin berkerat, hingga pingsan.
-
Ancaman Fatal Heatstroke (Sengatan Panas)
Heatstroke merupakan tingkatan paling berbahaya dari gangguan akibat panas ekstrem. Kondisi ini terjadi ketika mekanisme pengaturan suhu tubuh gagal, sehingga suhu tubuh meningkat pesat hingga mencapai 40 derajat Celsius atau lebih dalam waktu singkat. Jika tidak mendapatkan penanganan medis darurat, heatstroke dapat mengakibatkan kerusakannya organ vital hingga berisiko fatal.
-
Gangguan Pernapasan dan ISPA
Suhu panas tinggi sering kali disertai dengan meningkatnya debu di udara serta penurunan kualitas udara secara umum. Kondisi lingkungan yang kering dan berdebu sangat rentan memicu Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), terutama bagi masyarakat yang beraktivitas di jalanan atau area terbuka tanpa pelindung dada dan masker.
-
Iritasi Kulit dan Penyakit Mata
Sinar UV yang terik dapat menyebabkan iritasi kulit, kemerahan, hingga sunburn (kulit terbakar). Selain itu, paparan debu yang terbawa angin panas juga berpotensi menyebabkan iritasi mata atau konjungtivitis bagi para pengendara motor dan pekerja lapangan.
Langkah Antisipasi dan Imbauan DPRD Kalteng
Guna meminimalisasi risiko gangguan kesehatan masyarakat akibat lonjakan suhu udara, Okky Maulana mengimbau masyarakat untuk menerapkan langkah-langkah pencegahan sederhana namun efektif dalam kehidupan sehari-hari:
-
Cukupi Asupan Air Putih
Masyarakat diminta untuk konsisten minum air putih setidaknya 2–3 liter sehari tanpa menunggu rasa haus datang. Hindari konsumsi minuman yang mengandung kafein tinggi, gula berlebih, atau alkohol secara berlebihan karena dapat mempercepat proses dehidrasi.
-
Gunakan APD dan Pakaian yang Sesuai
Bagi masyarakat yang terpaksa beraktivitas di luar ruangan pada siang hari, disarankan memakai pakaian longgar berbahan ringan dan menyerap keringat. Penggunaan topi lebar, kacamata hitam, payung, sunscreen (tabir surya), serta masker sangat dianjurkan untuk melindungi diri dari sengatan sinar matahari dan paparan debu.
-
Batasi Aktivitas di Luar Ruangan pada Jam Puncak
Paparan radiasi panas matahari umumnya berada pada puncaknya antara pukul 11.00 WIB hingga 15.00 WIB. Sebisa mungkin, batasi kegiatan fisik berat di luar ruangan pada rentang waktu tersebut dan sempatkan untuk beristirahat di area yang teduh atau berventilasi baik.
-
Perhatikan Asupan Nutrisi dan Pola Makan
Menerapkan pola makan sehat dengan memperbanyak konsumsi buah-buahan segar yang kaya kandungan air (seperti semangka, melon, dan jeruk) serta sayur-sayuran dapat membantu menjaga daya tahan tubuh dan cadangan cairan dalam tubuh.
Sinergi Pemerintah Daerah dan Pelayanan Kesehatan
Selain mengimbau masyarakat, Komisi IV DPRD Kalimantan Tengah juga mendorong Dinas Kesehatan beserta seluruh fasilitas pelayanan kesehatan (Puskesmas dan Rumah Sakit) di daerah untuk siaga menghadapi kemungkinan lonjakan kasus penyakit yang berkaitan dengan cuaca panas.
Upaya edukasi publik mengenai pentingnya menjaga kesehatan di tengah cuaca ekstrem harus terus digencarkan hingga ke tingkat desa dan kelurahan. Langkah responsif dari sektor kesehatan diyakini mampu memitigasi dampak buruk cuaca ekstrem sehingga produktivitas dan kesejahteraan masyarakat Kalimantan Tengah tetap terjaga dengan baik.(HMS-NMS)





