Jalan Longsor di Desa Ramang Jadi Aspirasi Utama Warga, Yohannes Freddy Ering Desak Penanganan Cepat

PALANGKA RAYA — Kerusakan infrastruktur akibat jalan longsor di Desa Ramang, Kabupaten Pulang Pisau, menjadi salah satu aspirasi utama dan mendesak yang disuarakan oleh warga setempat. Kondisi ini secara langsung mengganggu arus transportasi, distribusi bahan pokok, serta aksesibilitas ekonomi masyarakat desa yang mengandalkan jalur tersebut untuk aktivitas sehari-hari.

Menanggapi keluhan masyarakat tersebut, Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) dari Daerah Pemilihan (Dapil) V—meliputi Kabupaten Kapuas dan Kabupaten Pulang Pisau—Yohannes Freddy Ering, memberikan perhatian serius. Politisi senior ini menegaskan pentingnya langkah konkrit dan penanganan cepat dari pihak pemerintah provinsi maupun kabupaten untuk mengatasi permasalahan infrastruktur tersebut.

“Masalah jalan longsor di Desa Ramang ini menjadi perhatian utama warga saat kami menyerap aspirasi di lapangan. Akses jalan tersebut merupakan jalur vital bagi pergerakan masyarakat dan perekonomian desa, sehingga penanganannya tidak boleh ditunda-tunda,” ujar Yohannes Freddy Ering di Palangka Raya, Rabu (20/5/2026).


Kerusakan Infrastruktur Mengancam Akses Ekonomi Warga

Desa Ramang memiliki peran penting dalam menopang aktivitas pertanian dan perkebunan di wilayah Pulang Pisau. Namun, peristiwa longsor yang mengikis bahu hingga badan jalan utama telah memicu kekhawatiran tinggi di tengah masyarakat. Kerusakan yang makin parah dinilai berpotensi memutuskan jalur transportasi darat jika tidak segera mendapat penanganan teknis secara permanen.

Menurut Freddy Ering, akses jalan yang rusak dan rawan ambles tidak hanya membahayakan keselamatan pengguna jalan, tetapi juga memicu kenaikan biaya logistik angkutan barang hasil bumi.

Beberapa dampak langsung dari kerusakan jalan di Desa Ramang antara lain:

  • Ancaman Keselamatan Pengendara: Kondisi bahu jalan yang tergerus air dan rawan longsor susulan sangat membahayakan keselamatan warga, terutama saat melintas di malam hari atau musim hujan.

  • Hambatan Distribusi Hasil Pangan: Petani dan pedagang kesulitan mengangkut hasil panen pertanian dan perkebunan keluar dari desa, yang berpotensi menurunkan pendapatan ekonomi masyarakat.

  • Gangguan Akses Layanan Publik: Kerusakan jalur memperlambat mobilitas warga yang membutuhkan akses layanan kesehatan, pendidikan, dan pelayanan publik ke pusat kota kabupaten.

“Jika akses ini terputus total, dampaknya sangat besar bagi perekonomian masyarakat sekitar. Oleh karena itu, aspirasi ini kami dorong agar masuk dalam skala prioritas penanganan pemerintah,” tegas Anggota Komisi I DPRD Kalteng tersebut.


Mendorong Penanganan Teknis Permanen dan Pengalokasian Anggaran

Dalam menindaklanjuti aspirasi warga Desa Ramang, Freddy Ering mendesak Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Kalteng dan Kabupaten Pulang Pisau untuk segera melakukan survei pemetaan teknis di lapangan. Penanganan yang dilakukan diharapkan tidak sekadar perbaikan darurat temporer, melainkan penanganan konstruksi permanen seperti pembangunan turap (siring) penahan tanah yang kokoh.

Penanganan yang komprehensif sangat penting mengingat karakteristik tanah di sebagian wilayah Pulang Pisau yang cenderung labil dan mudah tererosi arus air.

Langkah-langkah penanganan yang direkomendasikan mencakup:

  • Studi Geoteknik dan Pemetaan Kerawanan: Melakukan kajian struktur tanah untuk menentukan teknik konstruksi siring penahan yang cocok agar bahu jalan tidak kembali ambles.

  • Perbaikan Tanggap Darurat: Memasang tanda peringatan bahaya serta perbaikan darurat pada titik-titik longsor yang paling parah guna mencegah kecelakaan lalu lintas.

  • Pengalokasian Anggaran Perubahan atau Murni: Mengawal pengusulan anggaran pembenahan jalan Desa Ramang dalam APBD agar pengerjaan fisik dapat segera direalisasikan secara menyeluruh.

“Kami meminta dinas teknis terkait turun langsung meninjau lapangan. Penanganan jalan longsor di Desa Ramang ini butuh konstruksi penahan yang kuat, bukan sekadar penimbunan tanah yang gampang tergerus lagi saat hujan deras,” ujar Freddy Ering.


Penguatan Mitigasi Bencana dan Partisipasi Masyarakat

Selain mendorong perbaikan fisik dari pemerintah, Freddy Ering juga mengimbau masyarakat serta pemerintah desa untuk memperkuat pengawasan lingkungan di sekitar jalur rawan longsor. Pengalihan arus air parit dan pembukaan lahan yang tidak terkontrol di tepi jalan disinyalir turut memicu percepatan erosi tanah.

Sinergi antara kesadaran lingkungan masyarakat dan kesiapan tanggap bencana dari dinas teknis dinilai menjadi kunci dalam mencegah insiden serupa di titik-titik jalan lainnya.

Rekomendasi pencegahan dan mitigasi bencana di tingkat lokal meliputi:

1. Pembersihan dan Penataan Drainase Jalan Memastikan saluran air di sisi jalan mengalir lancar dan tidak tersumbat sampah atau lumpur, sehingga limpasan air hujan tidak mengikis badan jalan.

2. Pengatursan Muatan Kendaraan Angkutan Membatasi muatan armada angkutan barang (over dimension over load) yang melintasi jalan desa guna mengurangi beban tekanan pada titik tanah yang labil.

3. Sosialisasi dan Pemasangan Rambu Bahaya Pemerintah desa dan pihak kepolisian mengimbau warga untuk berhati-hati serta memasang barikade pengaman sementara di area longsoran.


Sinergi Legislatif dan Eksekutif Demi Kesejahteraan Pulang Pisau

Mengakhiri keterangannya, Yohannes Freddy Ering menegaskan komitmennya untuk terus memperjuangkan seluruh aspirasi masyarakat daerah pemilihan Kapuas dan Pulang Pisau di forum sidang DPRD Kalteng. Setiap masukan dari warga Desa Ramang akan disuarakan secara intensif kepada pihak eksekutif agar segera mendapat jawaban konkrit.

Pembangunan infrastruktur yang merata dan berkualitas di tingkat desa dianggap sebagai syarat mutlak untuk mewujudkan kemajuan dan kesejahteraan masyarakat di Kalimantan Tengah.

“Kami di lembaga legislatif akan terus mengawal dan menyuarakan apa yang menjadi kebutuhan dasar masyarakat. Pembangunan dan perbaikan infrastruktur jalan di Desa Ramang adalah prioritas demi kenyamanan dan keselamatan warga Pulang Pisau,” pungkas Yohannes Freddy Ering.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top