Bank Kalteng Dinilai Terus Berkembang

PALANGKA RAYA – Komisi I DPRD Kalimantan Tengah menilai kinerja Bank Kalteng terus menunjukkan perkembangan positif. Selain dinilai sehat dan memenuhi ketentuan permodalan, bank kebanggaan masyarakat Kalteng tersebut juga dinilai mampu melakukan penguatan modal dan ekspansi bisnis.

Anggota Komisi I DPRD Kalteng Yohanes Freddy Ering mengatakan perkembangan Bank Kalteng perlu menjadi perhatian DPRD karena merupakan bank milik masyarakat daerah. Menurutnya, kinerja bank saat ini menunjukkan arah yang positif dari sisi pelayanan, pengembangan jaringan, maupun kesehatan perbankan.

“Dan sejauh ini kita sangat bersyukur Bank Kalteng sudah on the track. Baik dari aspek pelayanan, pengembangan dan perluasan jaringan, maupun kesehatan bank itu sendiri,” ujarnya, Selasa 23 Juni 2026.

Freddy menyebut Bank Kalteng telah masuk Buku II sesuai ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan modal mencapai Rp3,7 triliun. Kondisi tersebut dinilai membuat Bank Kalteng mampu memenuhi ketentuan permodalan dan terhindar dari degradasi.

Ia juga menyoroti keputusan strategis dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) terkait pembagian laba bersih tahun buku 2025. Dari laba bersih sebesar Rp368,5 miliar, sebanyak 50 persen dibagikan sebagai dividen kepada pemegang saham, sedangkan 50 persen lainnya dialokasikan sebagai cadangan untuk memperkuat permodalan bank.

“Di antaranya adalah pembagian dividen, di mana laba bersih tahun buku 2025 sebesar Rp368,5 miliar. Maka yang dibagikan kepada para pemegang saham sebesar 50 persen dari perolehan laba bersih, sedangkan 50 persen sisanya masuk cadangan atau untuk memperkuat permodalan bank,” katanya.

Menurut Freddy, Komisi I DPRD Kalteng dapat memahami keputusan RUPS tersebut dengan mempertimbangkan kondisi perekonomian nasional yang turut memengaruhi kapasitas fiskal pemerintah daerah. Terlebih, pemerintah provinsi maupun kabupaten dan kota di Kalteng merupakan pemegang saham Bank Kalteng.

“Terlebih dengan mempertimbangkan kondisi perekonomian nasional yang langsung maupun tidak langsung memengaruhi kapasitas fiskal daerah provinsi maupun kabupaten atau kota yang notabene sebagai pemegang saham,” ujarnya.

Selain penguatan permodalan, Freddy menyambut positif langkah Bank Kalteng membuka kantor cabang di Jakarta. Menurutnya, ekspansi tersebut merupakan terobosan penting untuk memperluas jaringan sekaligus mengembangkan usaha dan bisnis Bank Kalteng.

Ia berharap berbagai langkah strategis tersebut dapat semakin memperkuat posisi Bank Kalteng sebagai lembaga perbankan daerah. Penguatan modal dan ekspansi usaha diharapkan berjalan seiring dengan peningkatan pelayanan serta manfaat bagi masyarakat dan daerah.

(nra/matakalteng)

Scroll to Top