PALANGKA RAYA – Pertumbuhan kinerja Bank Kalteng mendapat perhatian dari Anggota Komisi I DPRD Kalimantan Tengah, Purdiono. Ia menilai capaian positif tersebut perlu diikuti dengan peningkatan pelayanan kepada masyarakat.
Hingga Juli 2026, Bank Kalteng mampu mencatat laba bersih sebesar Rp240,41 miliar. Penyaluran kredit dan pembiayaan juga tumbuh dua digit hingga mencapai Rp12,51 triliun.
Purdiono menilai capaian tersebut menjadi sinyal positif bagi perkembangan Bank Kalteng. Namun, menurut dia, pertumbuhan bisnis perbankan seharusnya tidak hanya diukur dari sisi keuntungan.
“Kalau kinerjanya terus tumbuh, tentu kita apresiasi. Tetapi yang tidak kalah penting, bagaimana pertumbuhan itu bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” kata Purdiono, Jumat (14/8/2026).
Ia mendorong Bank Kalteng untuk terus memperbaiki kualitas pelayanan. Kemudahan akses pembiayaan dan layanan perbankan, khususnya bagi masyarakat di daerah, dinilai perlu menjadi perhatian.
“Bank Kalteng ini kan bank milik daerah. Jadi keberadaannya harus memberikan manfaat yang lebih luas. Jangan hanya kuat dari sisi bisnis, tetapi juga hadir untuk membantu masyarakat dan mendukung perekonomian daerah,” ujarnya.
Menurut Purdiono, kondisi permodalan yang kuat juga harus dimanfaatkan untuk memperluas pembiayaan secara sehat dan terukur. Dengan begitu, pertumbuhan Bank Kalteng dapat berjalan beriringan dengan kebutuhan masyarakat dan dunia usaha.
“Kita berharap kinerja positif ini bisa dipertahankan sampai akhir tahun. Pelayanannya juga terus ditingkatkan, aksesnya diperluas, sehingga masyarakat semakin mudah mendapatkan layanan perbankan,” tuturnya.
Purdiono menegaskan, keberhasilan Bank Kalteng pada akhirnya tidak hanya dilihat dari besarnya laba, tetapi juga dari seberapa besar kontribusinya terhadap masyarakat dan pembangunan Kalimantan Tengah.
“Pertumbuhan itu penting, tetapi manfaatnya bagi masyarakat jauh lebih penting. Itu yang harus terus diperkuat,” pungkasnya.





