DPRD Kalteng Tekankan Pemerataan Internet, Okki Maulana Dorong Target Nol Blank Spot

PALANGKA RAYA – Anggota Komisi IV DPRD Kalimantan Tengah, Okki Maulana, menegaskan pentingnya percepatan pemerataan akses internet hingga menjangkau seluruh wilayah di Kalimantan Tengah.

Menurutnya, penghapusan daerah yang masih mengalami blank spot menjadi langkah strategis agar masyarakat di kawasan pedalaman memperoleh akses yang setara terhadap berbagai layanan berbasis digital.

Pernyataan tersebut disampaikan Okki pada Jumat, 17 Juli 2026. Ia menilai keberadaan jaringan internet saat ini bukan lagi sekadar fasilitas pendukung, melainkan telah menjadi kebutuhan mendasar dalam kehidupan masyarakat.

“Kita ingin memastikan bahwa tidak ada lagi daerah di Kalteng yang masih belum mendapatkan sinyal internet. Target kami jelas, menuju nol blank spot agar masyarakat di pelosok pun bisa menikmati layanan teknologi informasi,” kata Okki.

Politisi Partai Golkar itu menuturkan, pemerataan konektivitas digital memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan daerah. Dengan tersedianya akses internet yang stabil, masyarakat akan lebih mudah memanfaatkan berbagai layanan, mulai dari pendidikan, pemerintahan, hingga pengembangan sektor ekonomi.

“Ketika akses internet sudah merata, masyarakat akan lebih mudah memperoleh informasi, meningkatkan kualitas pendidikan, mengakses layanan pemerintahan, serta membuka peluang bagi pertumbuhan usaha mikro dan sektor ekonomi kreatif di Kalimantan Tengah,” ujarnya.

Okki juga menekankan bahwa pembangunan yang berkeadilan tidak hanya diukur dari pembangunan infrastruktur fisik semata. Menurutnya, akses terhadap teknologi informasi harus menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari upaya pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Kalimantan Tengah.

Karena itu, ia mendorong adanya sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta penyedia layanan telekomunikasi agar pembangunan infrastruktur jaringan dapat dipercepat dan menjangkau daerah-daerah yang hingga kini masih mengalami keterbatasan sinyal.

“Kita pastinya tidak ingin ada yang tertinggal. Seluruh masyarakat Kalimantan Tengah harus terhubung, agar pembangunan bisa berjalan inklusif dan berkelanjutan,” tegasnya. (BME-2)

Scroll to Top