PALANGKA RAYA – Anggota Komisi III DPRD Provinsi Kalimantan Tengah, Nyelong Inga Simon, menilai program Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah efektif membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.
Program yang dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-69 Kalimantan Tengah tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat. Menurut Nyelong, kehadiran pemerintah melalui kegiatan pangan murah menjadi langkah konkret dalam meringankan beban warga, khususnya kalangan menengah ke bawah yang masih terdampak fluktuasi harga bahan pokok.
“Program seperti ini sangat membantu masyarakat, khususnya kalangan menengah ke bawah. Saat harga bahan pokok cenderung naik, kehadiran pemerintah melalui GPM tentu memberikan dampak yang dirasakan langsung oleh warga,” ujarnya, Selasa, 26 Mei 2026.
Ia mengatakan, kondisi ekonomi masyarakat saat ini masih membutuhkan perhatian serius dari pemerintah. Karena itu, program-program yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat dinilai perlu terus diperkuat dan diperluas cakupannya hingga menjangkau lebih banyak daerah di Kalimantan Tengah.
Menurut Nyelong, Gerakan Pangan Murah tidak hanya membantu masyarakat mendapatkan bahan pokok dengan harga lebih rendah, tetapi juga menjadi salah satu strategi menjaga stabilitas daya beli masyarakat di tengah kondisi ekonomi yang dinamis.
Selain itu, ia menilai program pasar murah memiliki peran penting, terutama menjelang momentum tertentu seperti hari besar keagamaan maupun periode lain yang kerap memicu kenaikan harga kebutuhan pangan di pasaran.
“Keberadaan program seperti ini diharapkan bisa terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak masyarakat di berbagai daerah di Kalteng,” katanya.
Sebelumnya, ribuan warga memadati kawasan Bundaran Besar Palangka Raya untuk mengikuti Gerakan Pangan Murah yang digelar Pemprov Kalteng beberapa waktu lalu. Antusiasme masyarakat terlihat tinggi sejak kegiatan dimulai, bahkan warga rela mengantre demi memperoleh kebutuhan pokok dengan harga lebih murah dibanding harga pasar.
Program tersebut menyasar sekitar 5.600 penerima manfaat dan menjadi salah satu upaya pemerintah dalam membantu masyarakat menghadapi fluktuasi harga kebutuhan pokok sekaligus menjaga stabilitas pasokan pangan di daerah. (BME-2)





